Berawal dari sebuah jejaring sosial yang paling populer saat itu yaitu Facebook. Ya. Sosial med ia itulah yang menjadi awal mula pertemuan kita.
Ketika itu,
hari libur pemilu 2013, aku sedang berada di rumah orangtuaku. Hanya saat hari libur saja aku dapat berkumpul bersama orangtua dan adik-adikku, mengingat kini
aku bekerja diluar kota dan aku hanya ada kesempatan pulang satu minggu sekali atau ketika hari libur(tanggal merah) saja.
Keesokan harinya, aku tidak berangkat bekerja karena sedang merasa kurang enak badan sehingga aku memutuskan untuk tidak berangkat hari itu dan memilih untuk beristirahat dirumah.
Pagi itu, ponsel ku berdering dengan nada yang khas, tanda sebuah notifikasi muncul di layar ponsel ku. Ternyata seseorang mengirimiku pesan. Ku lihat dia mengirimkan sebuah gambar. Wah gambar apa nih ??, pikirku saat itu. Sejujurnya aku was-was sekali, karena pernah mengalami sebuah kejadian yang membuat aku illfeel untuk beberapa waktu, dan itu sangat mengganggu pikiran, karena terbayang-bayang gambar yang dikirim melalui pesan FB ku itu, ya katakanlah itu gambar porno.
Nah, karena kejadian itu lah hingga saat ini aku merasa harus waspada dan hati-hati dalam menerima pesan apalagi pesan berupa gambar.
Namun, rasa penasaran dan keingintahuanku saat itu mengalahkan rasa was-was ku. Akhirnya dengan mata tertutup jemari tangan kanan ku, perlahan ku buka mataku, sedikit demi sedikit ku intip melalui sela-sela jemari yang menutupi mata untuk memastikan gambar apa yang dikirim si pengirim pesan itu. Terus ku angkat satu persatu jemariku. Dan, aku pun dapat melihat keseluruhan gambar itu.
Kini di layar ponselku menampilkan foto seorang wanita berjilbab dengan senyum manis, manis sekali seakan-akan matanya menyapa dengan lembut dan seolah tersenyum dengan ramah kepada sesiapa yang melihat foto tersebut.
Perlahan bibir ini pun menyunggingkan senyuman. Tersenyum geli tepatnya. Karena pada akhirnya setelah mengetahui bahwa wanita di foto tersebut adalah AKU. Ya, itu foto ku.
Segera ku balas pesan itu, dengan sebuah pertanyaan dari mana dia mendapatkan fotoku. Ah,, itu kan pertanyaan yang tak membutuhkan jawaban sebetulnya,karena aku sendiri yang memberikan akses tak hanya kepada si pengirim tapi juga kepada publik yang memiliki akun FB yang ingin mengunduh fotoku yang ada di album FB ku, tapi tak apalah pesan sudah terlanjur di kirim.
Kemudian si pengirim yang ku tahu seorang laki-laki itu mengirimi pesan lagi dengan mengatakan bahwa dia menyukai senyum manis ku dan bla,bla,bla.
Awalnya aku enggan melayani chattingannya. Namun, aku pikir kembali selama isi chatnya tidak melenceng dan masih dalam koridor yang wajar maka tak ada salahnya. Chattingan pun berlanjut. Hingga akhirnya kami pun saling berkenalan satu sama lain.
Dia bernama Kus. Nama yang simple ya. Sambil menunggu balasan pesan aku buka foto profilnya, dilihat dari cara berpakainnya sih seperti orang Bali.
Kemudian si pengirim yang ku tahu seorang laki-laki itu mengirimi pesan lagi dengan mengatakan bahwa dia menyukai senyum manis ku dan bla,bla,bla.
Awalnya aku enggan melayani chattingannya. Namun, aku pikir kembali selama isi chatnya tidak melenceng dan masih dalam koridor yang wajar maka tak ada salahnya. Chattingan pun berlanjut. Hingga akhirnya kami pun saling berkenalan satu sama lain.
Dia bernama Kus. Nama yang simple ya. Sambil menunggu balasan pesan aku buka foto profilnya, dilihat dari cara berpakainnya sih seperti orang Bali.
"Ting !!" bunyi chat masuk.
oh.. ternyata dia sudah bekerja dan sekarang tengah mengerjakan proyek di daerah Cikarang, tepatnya di Lippo Cikarang. Hm,, itu kan daerah rumahku dan aku tau proyek itu. Kemudian, aku memberitahukan bahwa aku pun tingga di daerah tempat dia bekerja.
Dia pun ingin mengajak bertemu.
Aku yang waktu itu tidak yakin akan mengadakan pertemuan dnegan orang yang sangat baru sekali aku kenal. Namun, dia meyakinkan bahwa pertemuan ini hanya sekedar pertemuan biasa tidak lebih. Dia terus meyakinkan. Sampai akhirnya aku bersedia untuk menemuinya siang itu juga.
Sejujurnya ada perasaan was-was dalam diri, khawatir kalau dia orang jahat. Karena banyak diberitakan kejahatan ataupun penipuan yang berawal dari sosial media terutama facebook. Aku terus meyakinkan hati ku bahwa semua akan baik-baik saja. Tokh, pertemuannya juga di tempat ramai, di sebuah Mall yang ada di dekat rumah, masih kawasan Lippo Cikarang.
Setelah mendapat ijin dari Ibu aku pun berangkat menggunakan Ojek. Ditengah perjalanan musibah kecil datang. Aku sempat panik dan bingung karena bajuku terlilit rantai sepada motor Ojek itu. Melihat bajuku robek dan kotor terkena oli motor, sempat terfikir tidak akan melanjutkan pertemuan ini, karena aku pikir sudah ada tanda-tanda seperti ini. Tapi, tidak. Aku tidak boleh seperti itu. Aku sudah berjanji untuk menemuinya.
Aku meminta tukang ojek itu untuk mengantarku ke rumah, tujuan ku untuk mengganti baju yang robek.
Ibu yang melihat ku pulang bersama tukang Ojek dengan baju yang robek terlihat sangat panik. Sebelum aku jelaskan, tukang ojek itu sudah membuka suara dan menjelaskan kronologi kejadianya. Aku yang hanya tersenyum geli langusung beranjak pergi untuk mengganti pakaian.
Ku buka lemari bajuku. Hm,,, ternyata tidak ada lagi baju gamis yang bisa ku gunakan untuk pergi. Akhirnya aku meminjam gamis Ibu ku. Hm,,, sekarang aku kebingungan soal kerudung yang hendak ku pakai. Tidak ada warna yang senada dengan bajuku. Ku lihat kearah jarum jam, sudah nyaris 10 menit aku berkutat memilih pakaian. Di pintu lemari sebelah kanan ada bergo panjang berwarna ungu terong menggantung disana. Ku pakai dan ternyata lumayan pas. Aku bergegas keluar dan pamit kembali kepada Ibu.
(To be Continue...)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar