Minggu, 07 Juni 2015

Memahami Arti Cintamu

Bu, aku menyayangimu.
Namun, aku tahu sayangmu sudah sangat pasti melebihi rasa sayangku.

Bu, aku merindukanmu.
Namun, aku tahu rindumu kepadaku lebih menyiksamu.

Bu, aku ingin selalu dapat berada didekatmu.
Namun,
aku kini sulit untuk dapat berdekatan selalu dengan ragamu. InsyaAllah jiwa ku selalu bersammu.

Bu, aku ingin selalu membuat mu tersenyum.
Namun, aku tahu tingkah laku dan sifatku tak selalu bisa menjadi alasan dirimu tersenyum.

Bu, aku ingin sekali membuatmu bahagia.
Namun, aku belum mampu membahagiakanmu.

Bu, aku memang telah pernah buatmu kesal.
Bu, aku memang telah pernah buatmu marah.
Bu, aku memang telah pernah buatmu kecewa.
Bu, aku belum bisa menjadi seperti yang engkau harapkan.

Pilihan dan keputusanku ini selalu engkau tentang. Namun, dengan sabar engkau selalu mencoba menerima. Tapi terkadang emosi lebih kuat memperngaruhimu dan kemudian membisikan pikiran negatif pada dirimu. Akhirnya kesalahpahaman sering menjadi pemicu perdebatan. Jika boleh mengeluh,,sejujurnya aku lelah jika sifat ibu seperti itu terus.
Tapi aku selalu ingat, bagaimana kesabaran ibu selama ini membesarkan aku dengan penuh perhatian.

Karena itu aku pun ingin seperti ibu. Jadi, aku akan berusaha sekuat ku, melapangkan dadaku untuk dapat mengerti ibu.
Maafkan, kesalahanku ya bu..
Maafkan aku.
Aku sungguh menyayangimu begitu juga dia, calon pendamping hidupku.
Ku mohon restu dalam langkah ku, karena bahagiaku seiring do'amu.

Kami. Aku dan Mas menyangimu.
Aku pun tahu kau begitu menyayangi kami.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar