Selasa, 26 Mei 2015

Penemuan "Kotak Harta Karun"

Alhamdulillah, akhirnya proyek ku telah selesai, ya walaupun beberapa kali revisi. Tapi tidak masalah, bukankah dengan adanya perbaikan kita akan mendapatkan sebuah pelajaran berharga ? Ya.
Proyek foto wisuda ku sudah masuk ke percetakan, yang nantinya akan di blok untuk diberi bingkai supaya terlihat semakin bagus dan rapi.

Setelah itu
belum ada lagi proyek yang hendak ku kerjakan. Pemotretan untuk siswa-siswi Preshool di sekolah hari ini pun tidak jadi dilaksanakan karena ada beberapa kendala -siswa tidak lengkap-red. 

Aku pun kembali ke ruangan ku di ruang media. Namun,aku
tak lantas menuju ke meja kerja ku, melainkan langkahku terhenti tepat di depan lemari besi dengan pintunya yang bermaterial kaca,berisi berbagai macam buku. Awalnya aku tidak berniat mencari buku yang barangkali menarik perhatianku untuk dibaca. Naamun, ku pikir tidak ada salahnya jika waktu senggang ini ku gunakan untuk membaca.
Ada buku tentang cerita anak-anak islami, paduan shalat, fikih islam, tarbiyah, dan beberapa buku referensi milik sekolah. Perlahan tanganku mulai menggeser pintu lemari itu secara teratur. Mulailah ku telusuri setiap judul pada buku yang tersusun rapi di rak-raknya.

Tepat disusunan rak ketiga aku berhenti pada sebuah buku bercover putih.Aku mengambil dan membawanya ke meja kerja ku. Setelah menemukan posisi duduk yang nyaman, aku mulai membukanya. Terlihat sudah sedikit usang memang. Aku perhatikan dengan seksama buku yang berada dalam genggamanku ini. Tiba-tiba ada perasaan yang mucul dan mendorongku untuk membacanya. Aku ikuti kemauan hati. 
Lembar pertama yang aku baca adalah "Bismillah". Rasanya sejuk dan sampai menyentuh relung hati ketika membacanya. Kemudian,lembar berikutnya bertuliskan ...menjadi wanita paling bahagia. Hm, semakin menarik. Kubuka lembar selanjutnya adalah mukadimah dari penulis. Pada lembar mukadimah ini terdapat bait-bait syair yang indah untuk wanita. Inilah syairnya :

Wahai manusia yang paling bahagia
dengan agama dan akhlaknya
tanpa mutiara, tanpa kalung perhiassan dan tanpa emas
Tapi, dengan puji-pujian yang terus mengalir deras
Bagai rintik hujan, semburat fajar, cahaya mentari, dan gumpalan awan
Dalam sujud, dalam doa, dalam muraqabah
Dalam paradigma antara sinaran Lauh dan Kitab
Dalam semburat cahaya yang menyeruak dari sebuah gua
Yang memnacar dari Rasul Rabb-mu bagi segenap bangsa Arab dan Romawi
Maka, engkau adalah yang paling bahagia diantara penghuni dunia dan akhirat
Dengan isi hati tulusmu yang dibangun dengan taqarrub.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar