Aku sudah menduga sebelumnya. Feeling ku sudah cukup kuat dan terasa. Akhirnya beliau memanggilku untuk menghadapnya. Aku yang sudah pernah dipanggil sebelumnya, mencoba untuk mendatanginya dengan tenang. Walau sesungguhnya jantungku berdegup kencang, disisi itu lisanku terus berdzikir bKepada Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang.
Suasana hening dan gelap ketika ku mulai langkahkan kaki kedalam rumahnya. Di meja makan terlihat seorang wanita bertubuh tinggi besar yang proposional dengan jilbab lebarnya sedang duduk sambil memainkan tab galaxy nya. Aku kemudian menyalaminya. Aku duduk di sampingnya. Tak lama keluarlah seorang wanita paruh baya. Setelan yang digunakannya sama wanita tadi. Begitupun dengan stelan baju yang ku kenakan. Seragam. Ya kami menggunakan seragam kerja, seragam yayasan.
Aku yang sudah tahu, akan kemana arah pembicaraan kami nanti, terus berusaha mengendalikan diri agar tidak terlihat grogi atau gugup di depan mereka. Pembicaraan pun dibuka oleh beliau terlebih dahulu. Dengan teganya beliau menegaskan tentang ini itu kepada ku. Ini hal yang pernah kami bicarakan sebelumnya, jadi aku sangat paham kemana pembicaraan ini akan mengalir.Pembicaraan kami belum selesai sampai pada keputusan pemberian kesempatan itu. Wanita pertama menambahkan dengan sebuah sharingan cerita pelajaran masa lalu beliau ketika belia hingga sekarang. Dari ceritanya banyak sekali pelajaran hidup yang beliau dapatkan dari teman seperjuangannya. Subhanallah. Aku sangat yakin sekarang bahwa Allah benar-benar menyayangi ku. Allah telah pertemukaan aku dengan orang-orang yang memperdulikan aku. Aku begitu bersyukur, atas segala rahmat dan karunia yang telah Engkau curahkan. Semoga aku benar-benar termasuk kepada golongan orang -orang yang selalu bersyukur, yang selalu diberi petujuk oleh MU Ya Allah, Aamiin Allahumma Aamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar