Senin, 27 Agustus 2012
Muslimah Hebat Dambaan Umat ^^ !

Menjadi perempuan adalah
anugrah. Menjadi
perempuan yang beriman
dan berislam, itu jauh lebih
indah lagi. Mau tahu
kenapa? Karena menjadi
perempuan muslimah itu
merupakan sebuah berkah
yang tidak dialami oleh
semua perempuan di dunia.
Dan berkah ini akan menjadi
lebih sempurna ketika
sebagai muslimah, kita
menyadari akan
keistimewaan ini. Kenapa
bisa begitu? Karena
ternyata di luar sana,
banyak banget mereka
yang mengaku dirinya
muslimah namun masih
bingung dengan jati dirinya
sendiri. Mereka akhirnya
berusaha mencari jawaban
kebingungan itu dengan
mengambil jalan lain yang
nggak ada benernya sama
sekali.
Jalan lain ini seringnya sok
menjadi pahlawan kesiangan
bagi perempuan sehingga
seakan-akan perempuan
sendiri merasa
diistimewakan. Salah
satunya adalah ide
feminisme yang (katanya)
memperjuangkan
kesetaraan hak antara
laki-laki dan perempuan.
Tapi muslimah cerdas nggak
bakal dong terjebak dengan
ide yang jelas-jelas
bertentangan dengan Islam
ini. Sebab, bukannya menjadi
mulia, feminisme justru
membawa perempuan
kepada keterpurukan yang
makin parah dalam semua
sendi kehidupan (tema ini
akan dibahas khusus di edisi
berikutnya, insya Allah).
Trus, gimana dong supaya
kamu, saya, dan kita semua
bisa menjadi perempuan
mulia dan hebat dunia-
akhirat? Pasti dong ada
langkah-langkah jitu untuk
mencapainya. Ikuti terus
yuk bahasannya.. ^^
Muslimah itu harus cerdas
Poin ini selalu saya tujukan
bagi perempuan siapa pun
dia adanya dan di mana pun
dia berada. Why? Karena
perempuan cerdas itu
indah. Ia nggak mudah
dibohongi oleh apa pun atau
siapa pun, baik oknum itu
berupa sosok bernama
laki-laki ataupun sosok
bernama ideologi. Laki-laki
di sini yang dimaksud adalah
laki-laki yang nggak beriman
dong. Karena kalo yang
beriman, otomatis ia pasti
memuliakan perempuan.
Sedangkan sosok bernama
ideologi utamanya
kapitalisme dan sosialisme,
akan mudah
mempecundangi perempuan
nggak cerdas dengan
banyak cara. Eksploitasi
perempuan adalah salah
satunya.
Perempuan cerdas nggak
akan mudah terpesona
dengan bujuk rayu nggak
bermutu ini. Ia memahami
bahwa kecerdasan
perempuan itu bukan hanya
aksesori semu di atas
panggung semata.
Perempuan cerdas itu
terwujud dalam karya
nyata. Ia berprestasi dalam
bidang yang memang
benar-benar
memaksimalkan peran otak
dan akal, bukan sekadar
akal-akalan saja. Memang
ada? Banyak malah. Tuh
lihat aja kontes puteri atau
miss apalah itu namanya,
menjadikan otak alias brain
sebagai pajangan asal
pantas. Soalnya tanpa
kriteria brain, si panitia
takut kalo masyarakat
akan menganggap lomba-
lomba semacam itu hanya
bisa mengandalkan tubuh
seksi perempuan semata.
Padahal mah kenyataannya
iya banget. Naif banget
kalo kamu masih percaya
kecerdasan turut
diperhitungkan dalam
kontes semacam ini.
Sumpeh deh lo!
Perempuan cerdas itu
langsung terasa efeknya ke
masyarakat. Selain
mengukir prestasi dalam
bentuk kemampuan
akademis yang oke,
kecerdasan pun bisa juga
diraih dalam bentuk lain.
Salah satunya adalah
kecerdasan dalam
menyikapi fakta yang
tersaji di depan mata lalu
berusaha menicarikan solusi
cerdas atas semua
masalah yang ada. Misalnya
dalam menyikapi harga BBM
yang semakin mahal.
Perempuan cerdas
langsung memahami bahwa
itu semua terjadi gara-
gara diterapkan sistem
Kapitalisme yang jadi kiblat
pemerintah saat ini. Negara
menjadi macan ompong
yang nggak mampu menjamin
kesejahteraan rakyatnya.
Negara cuma berperan
sebagai pedagang untuk
mengambil keuntungan
sebanyak-banyaknya
dengan dalih pengurangan
subsidi.
Sayangnya, sekolah yang
ada saat ini sangat tidak
mencerdaskan muridnya
terutama kaum perempuan.
Diperparah dengan
liberalisasi pendidikan alias
pemerintah sudah nggak
mau bertanggung jawab
terhadap pendidikan
rakyatnya, jadilah sekolah-
sekolah itu disulap menjadi
barang mewah yang mahal
dan tak terjangkau. Klop
banget untuk menjadikan
perempuan jauh dari
kecerdasan.
Tapi sebenarnya yang
namanya kecerdasan, bisa
ditempuh dan diasah dalam
ranah kehidupan yang lain.
Sekolah kehidupan
internasional adalah
solusinya. Apa itu? Yaitu
sebuah sekolah yang
menjadikan kurikulum
universal sebagai materi
pelajarannya, dengan
standar Islam sebagai
patokan. Laboratoriumnya
juga canggih karena
langsung terjun ke
masyarakat tanpa harus
nunggu program KKN yang
biasa ada di perguruan
tinggi. Muslimah jenis ini,
sudahlah cerdas otaknya,
cerdas pula empatinya. Top
banget dah.
Berakhlak mulia juga harus
dong!
Non, selain cerdas,
perempuan itu kudu
berakhlak islami. Percuma
aja punya kecerdasan kalo
ternyata nggak bermoral
dan akhlaknya rusak.
Banyak banget tuh kejadian
ayam kampus atau ayam
abu-abu (sebutan untuk
pelacur yang masih kuliah
atau SMA) yang berotak
brilian namun jangan ditanya
soal akhlak. Mereka obral
diri hanya demi gepokan
rupiah. Tentu bukan seperti
ini gambaran perempuan
mulia dan hebat itu.
Akhlak bisa ada pada diri
perempuan bila ia beriman.
Karena sesungguhnya
standar akhlak sendiri
adalah bagian dari syariat
Islam dalam rangka
menjalankan perintah Allah
dan menjauhi laranganNya.
Dan hal ini berkaitan banget
dengan akidah yang dianut
seseorang. Misal nih, kamu
mempunyai akhlak dengan
sifat jujur. Bukan semata-
mata karena jujur itu baik,
tapi seharusnya kamu
sadar bahwa jujur itu baik
karena Allah bilang jujur itu
baik. Dan kalau Allah bilang
itu baik maka itu artinya
perbuatan itu akan
memperolah nilai dan pahala
di hadapanNya.
Pada satu momen, ketika
Allah bilang jujur nggak baik
ya kita harus nurut bahwa
jujur itu nggak baik. Ada
tiga kondisi dalam Islam
yang memperbolehkan
seseorang untuk berlaku
tidak jujur. Pertama adalah
dalam hubungan suami istri
untuk membahagiakan
pasangan, kedua adalah
dalam peperangan, dan
ketiga adalah ketika
mendamaikan dua orang
yang bermusuhan. Jadi,
dalam kejujuran pun
standar yang kita pake
jelas banget yaitu Islam
saja. Hal ini berlaku juga
untuk bentuk-bentuk
akhlak lainnya semisal
ramah, baik hati, tidak
sombong, suka menabung,
patuh pada orang tua dll
(hihi, kayak dasadarma
pramuka yah).
Kecantikan diri patut dijaga
Kecantikan adalah sebuah
hal yang secara alami ada
pada diri tiap perempuan.
Yakinlah, tak ada istilah
perempuan berparas buruk.
Bila ada yang mempunyai
pendapat seperti ini,
sungguh pada saat yang
sama ia telah menghina Allah
Ta’ala yang menciptakan
paras tersebut. Cantik
atau jelek kan cuma
masalah selera. Yang
dianggap paras kurang
cantik bagi orang Asia,
eh….ternyata digandrungi
sama orang bule di daratan
Eropa sana. Eksotis,
katanya…ciee.
Terlepas dari itu semua,
kecantikan yang ada pada
diri perempuan kudu dijaga
sebagai bentuk amanah kita
pada Sang Pencipta.
Menjaga kecantikan nggak
harus ke salon tiap hari.
Merawat kecantikan nggak
harus juga luluran merata
ke seluruh tubuh biar
kinclong, mandi berjam-jam
karena harus memakai
berbagai macam krim untuk
tubuh, menikur en pedikur
atau apa pun namanya yang
jelas-jelas itu semua hanya
menghamburkan uang dan
waktu.
Jangan sampai karena
pedulinya kamu sama
kecantikan sehingga
membuat sebagian besar
waktu dan uangmu habis
untuk hal ini saja. Merawat
kecantikan yang ideal itu
sebetulnya adalah ketika
tubuh kita bisa beraktivitas
secara maksimal karena
sehat. Percuma juga tubuh
cantik bagai porselen kalo
ternyata malas
beraktivitas dengan dalih
takut bedak luntur,
misalnya. Percuma juga
langsing kayak tiang listrik
kalo penyakitan karena diet
yang ketat.
Intinya, mempertahankan
kecantikan diri cukup
dengan standar Islam saja
yang sangat menyukai
kebersihan. Mandi minimal
dua kali sehari, sikat gigi
teratur, jaga kebersihan
rambut dan anggota tubuh
yang lain juga.
Last but not least,
kecantikan itu bagaimana
pun bentuknya, standarnya
kudu Islam saja. Percuma
juga cantik kalo ternyata
nggak menutup aurat.
Percuma juga kulit mulus
kalo ternyata nggak pernah
sholat. Ih….naudzhubillah.
Karena ternyata
kecantikan hakiki itu adalah
gabungan dari kecerdasan
otak dan akhlak yang
nantinya memancar pada
sikap dan perilaku
seseorang sebagai bukti
ketaatan pada hukum
syara’ yang telah
ditetapkan aturannya oleh
Allah Swt.
Adakah sosok idaman itu?
Hmm…pertanyaan yang
nggak mudah untuk dijawab.
Kalo saya mau angkat
tangan, kesannya kok
narsis banget (hehehe..).
Biar adil, saya akan
menunjuk seseorang lain
yang memenuhi kriteria di
atas itu. Seorang
perempuan, yang pasti
muslimah dong, cerdas,
berakhlak bagus dan
cantik. Ia kuliah di salah
satu perguruan tinggi negeri
di Indonesia, jurusannya pun
terkenal sangat sulit
ditembus oleh orang yang
berotak pas-pasan.
Sampai di sini, jelas banget
kalo muslimah ini punya otak
dan kecerdasan di atas
rata-rata. Tidak itu saja,
pemahaman keislamannya
pun top banget. Kalo saya
mengatakan paham, itu
beda dengan ‘tahu’.
Artinya, ia mengamalkan
Islam dengan maksimal. Ia
ramah dan supel, baik hati,
tidak sombong, suka
menabung dan patuh pada
orang tua. Hapalan al-
Qurannya top, kemampuan
bahasa Arab dan bahasa
Inggrisnya juga oke.
Dari segi kecantikan,
subhanallah. Ia dikaruniai
Allah fisik yang sempurna.
Nggak ada orang yang
bilang ia jelek. Saya aja
sesama cewek, juga ikut
tersepona dengan
kecantikanya yang inner
dan outer itu. Apa inti dari
‘sharing’ saya ini?
Maksudnya ingin saya
tunjukkan bahwa sosok
muslimah ideal dan idaman
umat itu ada. Hanya saja ia
ada dalam jumlah dan stok
yang terbatas. Why?
Setangkai bunga yang indah
akan tumbuh dengan
sempurna bila tanah dan
iklimnya bagus serta sesuai.
Begitu juga dengan
muslimah idaman umat.
Sosok-sosok ini akan
tumbuh bila iklim alias
lingkungan yang ada
mendukungnya untuk
berkembang dengan
sempurna. Tapi apa fakta
yang ada? Sistem yang
diberlakukan kepada kita
saat ini sungguh iklim rusak
yang penuh noda.
Sekulerisme yang
diterapkan saat ini
meniadakan peran agama
dalam kehidupan.
Kapitalisme yang
mendewakan materi
sebagai sumber
kebahagiaan hidup pun juga
dipuja-puja.
Lihat tuh, para perempuan
cantik yang seksi
mengumbar aurat di tempat
umum, teryata sholatnya
rajin juga. Bahkan saya
sempat terkecoh dengan
salah satu teman yang
ketika berangkat ke
kampus berkerudung rapat
padahal hari-hari biasanya
nggak. Saya pun
mengucapkan selamat
padanya. Bukankah
kebaikan itu harus disyukuri
dan diucapkan selamat
padanya agar
berkesinambungan?
Ternyata ia mengatakan
bahwa berkerudungnya itu
karena ia habis menghadiri
rapat sebuah perkumpulan
mahasiswa muslim. Ia
menyebutnya fleksibel
karena itu artinya ia bisa
berada di mana-mana.
Rapat tentang Islam oke
yang itu artinya ia berbaju
muslimah. Dugem pun ayo
aja yang itu artinya pake
baju buka-bukaan. Waduh,
jadinya baju muslimah itu
dipakai hanya sekedar
dress code aja yah?
Capee deh.. ngikutin jalan
pikiran kayak elo!
Dari kedua sosok di atas,
sudah bisa dipastikan
bahwa contoh kedua-lah
yang paling banyak ditemui
di sekeliling kita. Islam tidak
lagi diakui sebagai the way
of life. Namun Islam hanya
sebagai mode dan gaya
yang kebetulan lagi tren.
Apalagi diperparah dengan
ide demokrasi yang sangat
mengagungkan kebebasan
berekspresi termasuk
dalam hal pakaian, jadilah
baju muslimah dianggap
sebagai salah satu pilihan
yang bisa dipilih suka-suka.
Kalo suka ya dipake, kalo
nggak ya dilipat aja dalam
lemari. Waduh!
Nggak bisa dibayangkan
wajah bangsa ini ke depan,
bila perempuannya plin-plan
kayak gini. Tapi sangat bisa
diprediksi sehebat apakah
suatu kaum apabila
perempuannya sekaliber
contoh pertama di atas.
Dan itu telah dibuktikan
oleh Islam yang gilang-
gemilang selama 13 abad
dengan kualitas perempuan
yang mulia dan hebat. Kalo
sudah ada bukti
cemerlangnya peradaban
dalam naungan Islam, so
buat apa kita butuh
peradaban lain semacam
demokrasi dan
Kapitalisme? Jadi, tak ada
pilihan lain untuk
menciptakan generasi
muslimah hebat dambaan
umat kecuali kita
campakkan bersama-sama
semua ide yang rusak dan
merusakkan. Setuju? Akur
dong!
[ria:riafariana@yahoo.com]
©opyRight by : Buletin Gaul Islam
14 Juli 2008 - 12:03
Muslimah Hebat Dambaan
Umat
gaulislam edisi 036/
tahun I (26 Jumadits
Tsaaniy 1429 H/30 Juni
2008)
Location : Jalan Tirta Kencana 8, Bekasi,
Posted via Blogaway
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar